Rabu, 22 Juli 2020

Sirah, Kisah Pemuda bernama Zahid

  Kisah Zahid R.A



    
Kisah Zahid ra. Rela Gagal Nikah dan Mati Syahid Demi Allah dan ...Pada zaman Rasulullah SAW, ada seorang pemuda yg sudah berusia 35 tahun namun belum juga menikah. Ia tinggal di suffah masjid di Madinah. Suatu hari, ketika sedang memperkilat pedangnya, tiba-tiba Rasulullah SAW datang dan mengucapkan salam. Hal itu membuat Zahid kaget dan menjawab salam Rasululah dengan kaget. 

    "Wahai saudaraku Zahid, selama ini engkau sendiri saja." Rasulullah SAW menyapa.
    
    "Allah bersamaku Ya Rasulullah."kata Zahid.
    
    "Maksudku, kenapa engkau selama ini membujang saja, apakah engkau tidak ingin menikah?"kata Rasulullah SAW.

    Zahid menjawab,"Ya Rasulullah, aku ini orang yg tidak mempunyai pekerjaan tetap dan wajahku jelek, siapa yg mau denganku?"

    "Asalkan kau mau, itu urusan mudah."kata Rasulullah SAW.

    Rasulullah SAW, lalu memerintahkan sekretarisnya untuk membuatkan surat yg isinya adalah melmar kepada seorang wanita cantik di Madinah bernama Zulfah binti Said, yg merupakan anak seorang bangsawan di Madinah.

    Akhirnya, Zahid pun membawa surat itu ke rumah said. Zahid mengetuk pintu dan mengucapkan salam.

    Zahid memberikan surat tersebut kepada Said. Said lalu membukanya dan dibacanya. Ketika membaca surta itu, Ia agak terperanjat dan tidak percaya bahwa surat itu dari Rasulullah SAW.

    Tiba-tiba Zulfah datang dan berkata,"Wahai ayah, kenapa engaku tegang dengan tamu ini, bukankah lebih baik di suruh masuk."

    "Wahai anakku, ini adalah seorang pemuda yg sedang melemarmu supaya engkau menjadi istrinya."kata Ayahnya.

    Di saat itulah, Zulfah melihat ke arah Zahid dan menangis,"Wahai Ayah, banyak pemuda yg tampn dan kaya raya senuabya menginginkan aku, aku tak mau ayah..!"dan Zulfah merasa terhina.

    Maka Said pun berkata kepada Zahid agar Ia tidak memaksa dan Ia meminta tolong untuk menyampaikan bahwa lamaran Zahid ditolak.

    Mendengar nama Rasul, Zulfah berhenti menangis dan bertanya,"Wahai Ayah, mengapa mebawa-bawa nama Rasul?"

    Akhirnya Said berkata,"Ini yg melamarmu adalah perintah Rasulullah."

    Maka Zulfah beristighfar karena kata2 yg lancang, lalu Ia berkata kepada ayahnya,"Wahai Ayah, kenapa tidak bilang sejak tadi bahwa ini adalah erintah Rasulullah. kalau begitu, aku harus segera menikah dengan pemuda ini."

    Karena teringat firman Alah SWT dalam Surat An Nur ayat 51 yg menyuruh orang2 mukmin untuk selalu patuh dan taat atas perinth Allah dan Rasulnya.

    Zahid pun merasa jiwanya melayang ke angkasa karena saking senangnya dan segera pamit pulang. Sampai di Masjid, Ia bersujud syukur. Rasulullah yg melihat itu, bertanya.

    "Bagaimana Zahd?"tanya Rasulullah.

    "Alhamdulillah diterima Ya Rasulullah."jawab Zahid.

   "Sudah ada persiapan?"

   Zahid menundukkan kepala lalu berkata,"Ya Rasul, kami tidak memiliki apa-apa."

    Lalu Rasulullah SAW menyuruhnya pergi ke Abu Bakar ra, Utsman bin Affan ra, dan Abdurrahman bin Auf ra. Setelah mendapatkan uang cukup banyak, Zahid pun membeli persiapan perkawinan. Dalam kondisi itu, Rasulullah menyerukan umat Islam untuk menghadap kaum kafir yg akan menghancurkan Islam.

    Sekembalinya dari pasar, Zahid bingung ketika melihat kaum Muslimin sudah siap-siap dengan perlengkapan perang, dia pun bertanya,"Ada apa ini?"

    "Wahai Zahid, hari ini orang kafir akan menghancurkan kaum muslimin. apakah engkau tidak mengerti?"

    Zahid beristighfar beberapa kali sambil berkata,"Kalau begitu, aku akan menjual semua perlengkapan kawin ini dan akan kubelikan kuda yg terbagus."

    Para sahabat menasihatinya,"Wahai Zahid, kamu akan berbulan madu nanti malam, tetapi engkau hendak berperang."

    "Itu tidak mungkin!"jawab Zahid dengan tegas.

    Lalu Zahid menyitir ayat yg memberitahukan bahwa berjihad lebih baik daripada harta, istri, saudara, dan semua perhiasan dunia.

    Akhirnya Zahid maju ke medan perang dan mati syahid di jalan Allah. Rasululah berkata,"Hari ini Zahid sedang berbulan madu dengan bidadari yg lebih cantik daripada Zulfah."

    Pada saat itulah, para sahabat menitikkan air mata dan Zulfah berkata," 
Ya Allah, alangkah bahagianya calon suamiku itu, jika aku tidak bisa mendampinginya di dunia, izinkanlah aku mendampinginya di akhirat."

Tamat

    MasyaAllah... Ada beberapa hikmah yg bisa kita ambil dari cerita di atas, salah satunya adalah "Jangan terlalu mempentingkan urusan dunia karena Allah telah memberitahukan bahwa Berjihad di jalannya itu lebih baik."

    Sekian dari saya, kurang lebihnya mohon maaf. 
    
    Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Sirah, Kisah Pemuda bernama Zahid

   Kisah Zahid R.A      Pada za man Rasulullah SAW, ada seorang pemuda y g sudah berusia 35 tahun namun be lum juga menikah . Ia tinggal di ...